Gerakan Senam Otak VS Gerakan Shalat dari Sisi Medis! Mana yang Menang?

0
163

Buletinsehat.com – Gerakan senam otak (brain gym) merupakan sebuah latihan gerak sederhana yang bertujuan memudahkan aktivitas belajar atapun penyesuaian dengan tuntutan rutin sehari-hari. Sistem belajar yang diciptakan oleh Paul E. Dennison, Ph.D dan Gail E. Dennison, istrinya, ini menerapkan penelitian otak.

Brain gym bisa dilakukan kapan pun, di mana pun, dan oleh siapa pun tanpa batas umur. Biasanya, sebelum melakukan senam otak ini, seseorang dianjurkan minum air terlebih dulu, sebab air merupakan unsur yang membawa energi listrik.

Air itu mengandung mineral dan bahkan mampu membantu memperlancar peredaran darah juga oksigen ke seluruh tubuh. Sementara itu, kekurangan air bisa menyebabkan otot tegang, sehingga muncul ketidaknyamanan.

Apa tujuan senam otak? Tujuannya adalah meningkatkan fokus saat memperhatikan sesuatu hal supaya lebih cepat diserap oleh otak.

Dengan sebuah gerakan tertentu untuk menyeimbangkan gerakan visual dengan otak, hal ini dapat dilatih dan mampu menambah kepekaan otak, lebih fokus, dan menghasilkan ketenangan.

Lalu, bagaimana dengan gerakan shalat?

Gerakan Senam Otak VS Gerakan Shalat dari Sisi Medis! Mana yang Menang?

Tak hanya tubuh dan fisik yang membutuhkan gerakan senam sebagai bentuk olahraga untuk membentuk tubuh ideal sekaligus kebugaran. Otak pun memerlukan senam, yaitu disebut gerakan senam otak.

Senam otak bisa dilakukan untuk tujuan meningkatkan konsentrasi, meningkatkan daya fokus, dan ikut menyeimbangkan kekuatan otak kiri maupun otak kanan secara harmoni.

Keahlian untuk fokus dibutuhkan dengan tujuan memecahkan persoalan atau masalah dan kemampuan berkonsentrasi juga dibutuhkan untuk menjaga pikiran agar tetap di jalurnya ketika mempelajari sesuatu hal, sehingga tak mudah terpengaruh oleh keadaan lainnya.

Bagaimana melakukan senam otak?

Senam Otak untuk Melatih Konsentrasi dan Kecerdasan

Senam otak memang kini sedang populer di kalangan masyarakat Indonesia karena mampu meningkatkan konsentrasi dan kecerdasan. Nah, simak gerakan-gerakan dasar otak yang bisa dipraktikkan di rumah kapan pun berikut ini.

Dua tangan di depan dada. Tempelkan bagian ujung lima jari kanan dengan ujung lima jari bagian kiri dan kedua telapak tangan tidak saling menempel atau dijauhkan. Putarlah ke depan bagian jempol kanan dan kiri bersamaan seperti gerakan mengayuh sepeda dan putar lagi ke arah sebaliknya. Lakukan hal yang sama pada jari-jari lainnya dan lakukan semakin cepat.
Dua tangan masih di depan dada. Tangan kiri membuka telapak dengan jari-jari ke atas, sedangkan tangan kanan membentuk seperti pistol (ibu jari ke atas dan jari telunjuk menunjuk juga menempel ke telapak tangan kiri yang dibuka tadi. Gerakkan jari telunjuk tangan kanan dengan menyentuh ke telapak tangan kiri dan sebaliknya. Lakukan bergantian semakin cepat.

Telapak tangan kanan simpan di atas kepala dan telapak tangan kiri di depan perut. Telapak tangan kanan digerakkan naik turun menepuk rambut, sedangkan telapak tangan kiri diputar-putar menempel di perut. Lakukan secara bersamaan dan semakin cepat.

Duduk di kursi dan letakkan kedua tangan masing-masing di atas paha. Tangan kanan dikepal lalu gerakkan naik turun memukul paha kanan, sedangkan telapak tangan kiri dibuka menghadap ke bawah lalu digerakkan maju mundur di atas paha kiri. Gerakkan secara bersamaan, sesudah beberapa waktu, lakukan pergantian di antara kedua tangan tersebut dan lakukan semakin cepat.

Kedua tangan menunjuk ke depan sejajar dengan dada. Tangan kanan berputar-putar membentuk lingkaran, sedangkan tangan kiri berputar juga tetapi membentuk kotak. Lakukan pergantian.
Itulah gerakan dasar senam otak yang bermanfaat untuk melatih otak. Hanya itukah fungsinya? Bagaimana dengan gerakan shalat? Tentu gerakan shalat tak hanya mampu melatih otak, kecerdasan, dan ketenangan hidup, tetapi bisa juga untuk mengatasi berbagai penyakit fisik. Penasaran?

Gerakan Shalat untuk Kesehatan Rohani dan Kecerdasan

Shalat yang dilakukan oleh orang Islam zaman sekarang mungkin masih banyak bertujuan hanya untuk menggugurkan kewajiban dan tak memikirkan manfaat ibadah shalat itu sendiri.

Dibandingkan gerakan senam otak yang luar biasa, jika dikaji lebih dalam lagi, gerakan shalat itu semuanya ternyata jauh lebih luar biasa lagi, salah satunya gerakan sujud dalam shalat.

Sampai-sampai seorang dokter di Amerika akhirnya masuk Islam hanya karena menemukan keajaiban dalam gerakan shalat saat melakukan penelitian tentang urat saraf.

Apa yang membuatnya bisa masuk Islam? Saat melakukan penelitian tentang urat saraf, si dokter menemukan sejumlah urat saraf dalam urat manusia yang tak dimasuki oleh darah, padalah kita tahu bahwa setiap inci otak manusia itu membutuhkan darah yang mencukupi agar berfungsi normal.

Sesudah melakukan riset yang lama, dokter ini akhirnya menyimpulkan bahwa darah tak akan masuk ke urat saraf dalam otak kecuali saat seseorang sedang melakukan sujud dalam shalat. Urat tersebut membutuhkan darah hanya beberapa waktu, yaitu darah hanya akan masuk ke urat tadi mengikuti kadar waktu shalat yang diwajibkan dalam Islam.

Sujud dalam Shalat, Gerakan Senam Otak yang Mencerdaskan!

Sujud dalam shalat adalah gerakan senam otak yang mencerdaskan otak dan membuat kinerja otak menjadi maksimal.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, di dalam otak itu ada bagian tertentu yang tak dialiri darah dan hanya akan dialiri darah jika seorang manusia melakukan gerakan sujud dalam shalat.

Adapun efek teralirinya bagian di dalam otak tersebut adalah membuat kinerja otak jadi maksimal, sehingga kemampuan otak untuk bekerja, baik itu belajar, menghapal, menghitung, dan lain sebagainya, akan lebih baik sekaligus bisa meningkatkan kecerdasan otak.

Jadi, Anda umat muslin yang tidak melakukan ibadah shalat, otaknya tentu tak akan mampu menerima darah yang cukup untuk bekerja atau berfungsi secara normal.

Manusia yang tidak shalat, meskipun akalnya berfungsi normal, tetapi dalam sebuah kondisi tertentu sebenarnya mereka akan hilang keseimbangan dalam membuat sebuah keputusan yang normal.

Itulah sebabnya orang-orang yang tak pernah shalat terkadang sering melakukan hal yang bertentangan dengan agama, bertentangan dengan kebenaran, dan bertentangan dengan fitrah kejadiannya, walaupun perbuatan tersebut tak sesuai dengan keinginan mereka sebenarnya.

Karena otak tak mampu mempertimbangkan sesuatu secara lebih normal akibat jarang shalat, tak heran muncul banyak gejala sosial di masyarakat saat ini.

Gerakan Shalat untuk Kesehatan Jasmani

Gerakan senam otak yang selama ini sering dilakukan ternyata bisa dikalahkan dengan gerakan shalat. Mari langsung bandingkan senam otak ala Barat dengan hikmah gerakan shalat yang ternyata secara tidak langsung berpangaruh terhadap otak.

Shalat yang merupakan ibadah wajib umat Islam yang dilakukan 5 kali sehari ini ternyata mempunyai banyak hikmah, baik untuk kesehatan rohani maupun kesehatan jasmani.

Shalat kita tahu merupakan amalan ibadah yang paling proporsional untuk anatomi tubuh manusia, khsusunya umat Islam, karena memang hanya umat Islam-lah yang melakukannya.

Ya, semua gerakan shalat ini sudah identik sekali dengan gerakan khas dari orang Islam.

Pertanyaannya, pernahkah kita memikirkan seputar manfaat atau khasiat dari masing-masing gerakan shalat tersebut? Fakta membuktikan bahwa dari sudut pandang ilmiah, shalat adalah gudangnya obat untuk berbagai macan jenis penyakit.

Ketika seorang Muslim sudah memenuhi syarat untuk melakukan ibadah shalat, sejak saat itulah seorang hamba mulai memahami makna dan merasakan manfaatnya, karena shalat diturunkan tidak lain untuk menyempurnakan fasilitas-Nya bagi kehidupan umat manusia.

Setelah bertahun-tahun melakukan shalat yang diawali saat beranjak dewasa, sudah sejauh mana pemahaman Anda tentang shalat? Apa manfaatnya untuk kesehatan jasmani kita? Apa kelebihan gerakan shalat dibandingkan gerakan senam otak ala Barat dari sisi medis?

1. Takbiratrul Ihram

Takbiratul ihram adalah gerakan awal dalam shalat dengan posisi tubuh berdiri tegak, diikuti dengan menganggkat kedua tangan sampai sejajar telinga, kemudian melipatnya di depan perut atau di dada bagian bawah.

Apa sajakah manfaat dari gerakan takbiratul ihram? Manfaatnya adalah untuk melancarkan aliran darah, limfe atau getah bening, juga untuk kekuatan otot lengan. Selain itu, letak organ jantung yang posisinya di bagian bawah otak pun sangat memungkinkan darah mengalir secara lancar ke seluruh bagian tubuh.

Ketika mengangkat kedua tangan, otot bahu akan meregang, sehingga aliran darah dipenuhi oksigen dan jadi lancar.

Lalu, untuk gerakan kedua tangan didekapkan atau dilipat di depan perut atau dada bagian bawah, manfaatnya adalah untuk mencegah tubuh dari berbagai macam gangguan persendian, khususnya tubuh di bagian atas.

Posisi rukuk yang paling sempurna yaitu tulang belakang posisinya lurus, sehingga jika segelas berisi air diletakkan di punggung tersebut tidak akan sampai tumpah. Adapun posisi kepala saat rukuk adalah lurus juga dengan tulang belakang.

Dari segi kesehatan, rukuk mampu menjaga kesempurnaan posisi serta fungsi tulang belakang atau corpus vertebrae sebagai penyangga tubuh sekaligus juga merupakan pusat syaraf.

Tak hanya itu, posisi jantung pun sejajar dengan otak, sehingga aliran darah mengalir maksimal ke bagian tubuh tengah.

Sementara itu, posisi tangan yang bertumpu ke lutut berfungsi untuk relaksasi bagi otot bahu sampai ke bawah. Rukuk pun adalah latihan kemih untuk mencegah serangan gangguan prostat.

3. I’tidal

Setelah rukuk, dilanjutkan dengan gerakan i’tidal, yaitu bangun dari rukuk, tubuh ditegakkan lagi, kemudian kedua tangan diangkat sejajar telinga.

Manfaat gerakan setelah rukuk dan sebelum sujud atau berdiri bungkuk berdiri sujud ini adalah latihan pencernaan yang sangat baik.

Semua organ dalam perut akan mengalami pemijatan sekaligus pelonggaran secara bergantian, sehingga proses pencernaan pun lebih lancar.

4. Sujud

Posisi sujud yang sempurna dalam shalat adalah menempelkan kedua tangan, dahi, lutut, serta juga ujung kaki ke lantai.

Saat sujud, aliran getah bening dipompa menuju ke leher serta ketiak, sedangkan posisi jantung saat sujud yang ada di atas otak mengakibatkan darah kaya akan oksigen sehingga mampu mengalir ke otak secara maksimal.

Aliran tersebut sangat mempengaruhi daya pikir seseorang dan inilah kenapa gerakan shalat, khususnya sujud, disebut sebagai senam otak untuk menyehatkan otak.

Oleh sebab itulah, sujudlah dengan benar dan jangan sampai terburu-buru agar jumlah kapasitas darah mencukupi di otak. Gangguan wasir pun bisa dihindari dengan sujud.

5. Duduk

Duduk dalam shalat ada dua, yaitu tahiyyat awal atau iftirosy dan tahiyyat akhir atau tawarruk. Adapun perbedaannya adalah pada posisi telapak kaki.

Posisi tahiyyat awal yaitu Anda bertumpu ke pangkal paha yang berhubungan dengan syaraf nervus Ischiadius. Khasiatnya mencegah timbulnya nyeri di bagian pangkal paha yang jika kambuh akan menyebabkan seseorang tidak mampu berjalan.

Duduk tawarruk sangat menyehatkan untuk pria karena tumit akan menekan aliran kandung kemih, kelenjar kelamin pria, serta saluran vas deferens, sehingga bisa mencegah impotensi.

6. Salam

Salam dilakukan dengan memutar kepala ke arah kanan dan ke kiri secara maksimal. Gerakan salam adalah relaksasi otot di sekitar leher dan juga di kepala untuk memaksimalkan aliran darah pada kepala.

Salam pun bisa mengencangkan kulit wajah dan mencegah gangguan sakit kepala, sehingga otak akan bekerja maksimal dan tetap sehat. Inilah senam otak yang sebenarnya.

Sekarang, kita bisa membandingkan senam otak biasa dengan gerakan shalat, ternyata jauh lebih unggul gerakan shalat. Gerakan shalat menjadi pemenangnya karena tak hanya mampu menyehatkan otak, tetapi menyehatkan tubuh, sedangkan senam otak lebih dominan hanya untuk otak saja.

Fakta-fakta tersebut membuktikan bahwa shalat adalah gerakan senam otak paling ampuh. Selain bagus untuk kesehatan, shalat khusuk ternyata juga bisa melatih ketenangan pikiran dan kecerdasan. Shalat tak hanya menyuburkan keimanan, tetapi juga menyuburkan otak. Ayo senam otak dengan shalat!

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here