4 Tanaman untuk Menghilangkan Bau Mulut secara Alami

Buletinsehat.com. Mulut bau naga memang luar biasa. Banyak cara untuk mengatasi bau mulut, salah satunya dengan siwak. Anda pernah melihat orang yang menyikat gigi selain dengan sikat gigi, tetapi memakai kayu dari ranting pohon? Bagi orang Muslim, pasti pernah melihat sesama Muslim lainnya menggosok gigi dengan kayu dari ranting pohon. Nah, kayu tersebut biasa dikenal dengan siwak atau miswak.

4 Tanaman untuk Menghilangkan Bau Mulut secara Alami

4 Tanaman untuk Menghilangkan Bau Mulut secara Alami

Dalam ilmu biologi, kayu dari ranting pohon tersebut atau siwak dikenal dengan nama imliah Salvodara Persica yang biasa dimanfaatkan untuk menggantikan peranan sikat gigi ataupun pasta gigi. Mungkin penggunaan siwak di zaman sekarang terkesan sangat aneh dan tak biasa.

Ya, terdengar kuno memang memakai kayu dari ranting pohon untuk memberishkan gigi. Tapi, banyak riset ilmah yang membuktikan khasiat siwak melebihi pasta gigi apa pun, bahkan bisa juga mencegah berbagai macam penyakit.
Hari Gini Mulut Bau Naga? It’s Time for Siwak Moment! Dokter Gigi pun No Comment!

Pemakaian siwak paling banyak dilakukan di negara-negara Arab atau negara dengan mayoritas penduduknya beragama Islam. Alasan mereka menggunakan siwak adalah karena disunnahkan dalam Islam dan merupakan sunnah Rasul.

Selain itu, ada sekitar 70 kelebihan menggunakan siwak daripada pasta gigi yang dijelaskan dalam Islam. Banyak pula riset ilmiah yang telah membuktikan khasiatnya untuk kesehatan gigi dan mulut.

Lalu, apa kandungan yang membuat siwak mampu melindungi kesehatan gigi dan mulut, termasuk masalah mulut bau naga?

Kandungan Kimia di Dalam Batang Kayu Siwak

Di dalam siwak, ada banyak mineral alami yang mampu membasmi sekaligus menghambat tumbuhnya bakteri, mencegah gigi berlubang, mengikis plak, dan memelihara gusi. Nah, berikut ini adalah kandungan kimia dalam siwak yang sangat bermanfaat.

Antibacterial Acids meliputi detergent, abrasive, dan astringent, yang berkahasiat membasmi bakteri, mengatasi pendarahan di gusi, dan mencegah infeksi. Pemakaian siwak yang segar untuk pertama kalinya memang akan memunculkan rasa pedas dan membakar, sebab adanya kandungan seperti mustard yang memang substansi antibacterial acid.
Kandungan kimiawi berupa potassium, klorida, sulfur, silika, sodium bicarbonate, flourida, tannin, trimetilamin, Vitamin C, salvadorin, dan kandungan lainnya, berfungsi membersihkan gigi juga memutihkan sekaligus menyehatkan gigi maupun gusi. Semuanya ini pun banyak diekstrak sebagai bahan dasar pembuatan pasta gigi.
Terkandung pula minyak aroma alami dengan rasa dan bau yang sangat segar, sehingga mampu menghilangkan bau mulut sekaligus juga menyegarkan mulut.
Enzim di dalam siwak mampu menghambat pembentukan plak yang jadi penyebab radang gusi serta penyebab utama lepasnya gigi secara prematur.
Di dalam siwak pun terkandung zat antipembusukan (anti decay agent) dan juga antigermal system, yang fungsinya seperti penicillin, yaitu menekan jumlah bakteri di mulut juga bisa mencegah munculnya proses pembusukan. Siwak pun ikut berperan merangsang produksi saliva, organik mulut yang mampu melindungi serta membersihkan mulut.

Siwak Berfungsi sebagai Antibakterial

Tanaman siwak di dalamnya mengandung banyak zat antibakterial. Selain itu, diungkap juga bahwa antimikrobial dan juga efek pembersih dalam siwak dapat terlihat dari adanya variasi kandungan kimiawi yang bisa dideteksi pada bagian ekstraknya.

Diyakini, efek tersebut berkaitan erat dengan tingginya kandungan klorida, sodium, serta potassium klorida berupa salvadourea juga salvadorine, tannin, saponin, silika, resin, vitamin C, benzylsothio-cyanate, dan cyanogenic glycoside.

Selain itu, diteliti juga bahwa spesies tanaman siwak mengandung komponen anionik alami yang berisi agen antimicrobial dengan fungsi melawan bakteri-bakteri di mulut. Sementara itu, penelitian lainnya membuktikan bahwa ekstrak kasar pada batang kayu siwak yang ada dalam pasta gigi ataupun dijadikan cairan kumur memiliki sifat-sifat antiplak. Efeknya, berpengaruh terhadap komposisi bakteri sebagai penyusun plak dan mampu mengurangi jumlah bakteri.

Siwak sebagai Alat Pembersih Mulut

Manfaat lain dari siwak adalah untuk membersihkan mulut. Sebuah riset dilakukan untuk membandingkan pengaruh ekstrak siwak dengan CHX (Chlorhexidine Gluconate) yang biasa dimanfaatkan sebagai obat kumur dan zat antiplak pada bagian dentin manusia dengan Scanning Electron Microscopy (SEM).

Hasilnya, 50% ekstrak pada siwak dan 0,2% CHX berefek sama terhadap dentin manusia. Tapi, ekstrak pada siwak lebih banyak menghapus smear layer (lapisan noda-noda) pada dentin.

Riset lainnya tentang khasiat siwak adalah membandingkan penggunaan serbuk siwak sebagai bahan pelengkap pada pasta gigi dengan pemakaian pasta gigi tanpa campuran serbuk siwak.

Hasilnya, penggunaan pasta gigi yang dicampur dengan serbuk siwak hasilnya paling sempurna, sebab butiran serbuk siwak dapat menjangkau bagian sela-sela gigi dengan sempurna dan mampu mengeluarkan sisa-sisa makanan yang menempel di sela-sela gigi.

Hal tersebutlah yang membuat banyak perusahaan pembuat pasta gigi di seluruh dunia menyempurnakan pasta gigi yang diproduksi dengan tambahan serbuk siwak ke dalam pasta gigi tersebut. Bahkan, WHO, organisasi kesehatan PBB, ikut pula memasukkan siwak sebagai bagian dari komoditas kesehatan yang harus dibudidayakan sekaligus dipelihara.

Begitu banyaknya manfaat siwak untuk kesehatan gigi dan mulut. Sampai-sampai ada yang mengatakan bahwa sebatang siwak yang dipakai dengan penuh keimanan bisa saja menggantikan peran dokter gigi. Mulut bau naga? Basmi dengan siwak! Demikianlah informasi 4 Tanaman untuk Menghilangkan Bau Mulut secara Alami.